Postingan

Kaesang Pangarep Hadiri Pernikahan Sahabatnya di Parepare, Harga Hotelnya Bikin Salah Fokus

Gambar
Kehadiran Kaesang Pangarep putra bungsu Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana di Kota Parepare menyita perhatian. Kaesang hadir di Kota Parepare, kota kelahiran Presiden RI ketiga BJ Habibie, Minggu (14/10/2018). Kaesang menghadiri pernikahan sahabatnya. Tak hanya hadir, Kaesang juga menjadi saksi pernikahan. Baca ini juga: *  Pilpres Terberat, Gerindra: Prabowo Subianto Susah dapat Dukungan karena Pengusaha Takut Jokowi *  Eks Menteri Nyinyir Jokowi Bagi Sertifikat, Ali Mochtar Ngabalin: Yang Pasti Karena Prabowo Subianto *  Begini Cara Unik Mahfud MD Buktikan Tudingan Kapolri Terlibat Kasus Suap adalah Hoaks Kaesang hadir di Parepare dalam rangka untuk menghadiri pernikahaan temannya yang juga merupakan bagian dari brand Sang Pisang, Andika. Menggunakan batik warna coklat, Kaesang tampak membaur dan menjadi perhatian di tengah tamu undangan di pesta pernikahan yang berlangsung di Gedung Islamic Center Parepare. Kaesang sehari sebelumnya tiba di Parepare didampingi ...

Pilpres Terberat, Gerindra: Prabowo Subianto Susah dapat Dukungan karena Pengusaha Takut Jokowi

Gambar
Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019 dirasakan sebagai Pilpres terberat bagi calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. Hal itu disampaikan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (10/10/2018). "Dari tiga kali maju Pak Prabowo sebagai presiden, yang kebetulan saya tetap jadi sekjen partai yang mengusung Beliau, kami merasakan terus terang (Pilpres) ini adalah bobot terberat Beliau menjadi calon presiden," ujar Muzani. Pernyataan Ahmad Muzani itu dibenarkan oleh Juru Bicara Koalisi Adil Makmur, Andre Rosiade. Baca ini juga: *  Eks Menteri Nyinyir Jokowi Bagi Sertifikat, Ali Mochtar Ngabalin: Yang Pasti Karena Prabowo Subianto *  Begini Cara Unik Mahfud MD Buktikan Tudingan Kapolri Terlibat Kasus Suap adalah Hoaks *  Geram dengan Zaman Sekarang, Fahri Hamzah: Presiden 'Jokowi' Digaji untuk Dengarkan Kritik yang Pedas-pedas Andre Rosiade lantas membeberkan alasan Pilpres 2019 menjadi yang terberat bagi Prabowo Subianto. ...

Eks Menteri Nyinyir Jokowi Bagi Sertifikat, Ali Mochtar Ngabalin: Yang Pasti Karena Prabowo Subianto

Gambar
Eks Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Mursyidan Baldan, menangkap kesan bahwa pembagian sertifikat gratis oleh presiden seolah-olah hanya menampilkan peran presiden, padahal ada proses di dalamnya. Kantor Staf Kepresidenan menanggapi pernyataan Ferry. "Gimana ya kalau orang baca komentarnya Ferry kayak begitu gimana caranya? Kalau ada orang yang membaca komentarnya Pak Ferry Mursyidan Baldan, yang mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang, bagaimana orang punya... he-he-he," ujar Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin saat dihubungi, Senin (15/10/2018). Sebagai eks Menteri Agraria, Ferry dipandang Ngabalin seharusnya paham mengenai mekanisme penyerahan sertifikat tanah untuk masyarakat. Ngabalin mengkritik keras Ferry. "Jadi kalau ya... hari ini Ferry bertanya, karena memang pada waktu jadi menteri tidak ada yang bisa Ferry lakukan sesuatu," kata Ngabalin. Baca ini juga: *  Begini Cara Unik Mahfud MD Buktikan Tudingan Kapolri T...

Begini Cara Unik Mahfud MD Buktikan Tudingan Kapolri Terlibat Kasus Suap adalah Hoaks

Gambar
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, kembali menegaskan bahwa kasus suap yang diduga melibatkan nama Kapolri Jenderal Tito Karnavian adalah kabar hoaks. Pernyataan Mahfud ini ditegaskan melalui sebuah cuitan di Twitternya, Minggu (14/10/2018) malam. Mahfud juga memberikan alasannya tersebut dengan menghubungan rekaman CCTV di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lihat ini juga: *  Geram dengan Zaman Sekarang, Fahri Hamzah: Presiden 'Jokowi' Digaji untuk Dengarkan Kritik yang Pedas-pedas *  Mahfud MD: Kalau Anda Bilang Jokowi PKI, Itu Adalah Black Campaign, Bisa Dipidanakan *  Pertama Kalinya Dalam Sejarah, Bos IMF Acungkan Jempol untuk Indonesia di Era Jokowi, Ternyata Ini Maksudnya Berikut penjelasan Mahfud: "Tantangan ini bkn utk sy tapi utk @KPK_RI . Sy sih menganggap itu hoax krn katanya itu terekam di CCTV KPK tapi KPK malah mengembalikan pelakunta ke Polri. Kalau diketahui oleh KPK shrs-nya langsung ditindak oleh KPK sbg obstraction of justice," tulis Mah...

Geram dengan Zaman Sekarang, Fahri Hamzah: Presiden 'Jokowi' Digaji untuk Dengarkan Kritik yang Pedas-pedas

Gambar
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mendengar curhatan seorang ibu yang mengaku takut mengkritik pemerintah. Hal ini disebabkan banyaknya orang-orang yang diciduk karena terlalu kritis. Curhatan itu disampaikan Ketua Kelompok Emak-emak Sumsel dalam sebuah diskusi yang digelar Gerakan Arah Baru Indonesia Sumsel di Palembang, Minggu (14/10). "Zaman sekarang yang salah dibenarkan, yang benar disalahkan. Saya jadi bingung menyampaikan pendapat, jadi takut," kata salah seorang emak-emak. Mendengar curhatan itu, Fahri memberikan pandangannya. Menurut dia, masyarakat tidak dilarang mengkritik eksekutif, apalagi kritikan itu bertujuan membangun. Baca ini juga: *  Pertama Kalinya Dalam Sejarah, Bos IMF Acungkan Jempol untuk Indonesia di Era Jokowi, Ternyata Ini Maksudnya *  Mahfud MD: Kalau Anda Bilang Jokowi PKI, Itu Adalah Black Campaign, Bisa Dipidanakan "Jadi boleh mengkritik presiden atau sebut kabinet bohong. Presiden digaji untuk mendengar yang pedas-pedas, begitu kerjanya de...

Mahfud MD: Kalau Anda Bilang Jokowi PKI, Itu Adalah Black Campaign, Bisa Dipidanakan

Gambar
Black campaign atau kampanye hitam dan kampanye negatif rawan terjadi di masa kampanye pemilu ini. Biasanya, dua jenis kampanye tersebut mudah tersebar di media sosial atau melalui pesan berantai di aplikasi chatting WhatsApp. Pakar hukum dan tata negara, Mahfud MD pun mengingatkan kepada warga untuk tidak melakukan dua jenis kampanye tersebut. Mahfud MD pun mengedukasi masyarakat soal dua jenis kampanye tersebut. Dalam cuitannya di akun twitter miliknya, ia membeberkan perbedaan antara black campaign dan negative campaign. Baca ini juga: *  Pertama Kalinya Dalam Sejarah, Bos IMF Acungkan Jempol untuk Indonesia di Era Jokowi, Ternyata Ini Maksudnya *  Psikiater Nyatakan Ratna Sarumpaet Alami Gangguan Kejiwaan, Ternyata Ciri-cirinya Sering Kita Lihat *  Sri Mulyani Menteri Terbaik Dunia, Elite PKS: Saya Ingin Beliau Buktikan Gelar Itu Layak Disandang Menurutnya, black campaign adalah kampanye yang mengandung fitnah dan kebohongan tentang lawan politik. Sementara negative c...

Pertama Kalinya Dalam Sejarah, Bos IMF Acungkan Jempol untuk Indonesia di Era Jokowi, Ternyata Ini Maksudnya

Gambar
Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia 2018 di Bali telah resmi berakhir pada Minggu (14/10/2018) petang. Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde pun mengungkapkan kesannya yang mendalam terhadap penyelenggaraan pertemuan tersebut. "Selamat sore. Terima kasih Indonesia. Saya berusaha keras untuk mencegah keraguan apa pun. Indonesia, yes!" kata Lagarde sambil mengacungkan ibu jarinya pada saat konferensi pers penutupan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua. Lagarde mengungkapkan, suksesnya penyelenggaraan pertemuan yang dihadiri lebih dari 30.000 orang tersebut merupakan pencapaian yang hebat dimulai dari tiga tahun lalu. Indonesia, imbuh mantan Menteri Keuangan Perancis ini, telah melakukan persiapan dengan keras dan tanpa lelah. Baca ini juga: *  Psikiater Nyatakan Ratna Sarumpaet Alami Gangguan Kejiwaan, Ternyata Ciri-cirinya Sering Kita Lihat *  Sri Mulyani Menteri Terbaik Dunia, Elite PKS: Saya Ingin Beliau Buktikan Gelar Itu Layak Disandang...